MBAH TAMBAK

Administrator 22 Agustus 2016 23:44:00 WIB

Desa Bandar, Pacitan, Jawa Timur cukup menyimpan banyak situs sejarah di dalamnya, namun tidak banyak yang tahu keberadaannya. Hanya warga sekitar saja yang mengetahuinya, sehingga hanya sepenggal cerita yang bisa di dapat dari tempat bersejarah tersebut. Salah satu yang cukup terkenal ialah ‘Mbah Tambak’. Situs bersejarah tersebut dapat ditemukan di Dusun Ngagik, Desa Bandar, Pacitan.  Desa Bandar sendiri dahulunya dinamakan oleh Mbah Putri Bandariya. Menurut sumber lisan (wawancara) oleh salah seorang warga Dusun Ngagik bernama Bp. Mano, Mbah (Nenek) Tambak berasal dari Serang (Jawa Barat) yang pergi merantau ke Desa Bandar.  Mbah Tambak sering  bertapa di Gua Siritan. Sehingga  gua tersebut dianggap sebagai tempat bersejarah oleh warga sekitar. Gua Siritan merupakan gua yang tembusnya Gunung Barat, yaitu perbatasan antara Desa Ngunut dan Bandar. 

Saat sedang Bertapa, Mbah Tambak melihat putri dari Mbah Sontho Wudho/ Ganggang/ Wareng. Gadis tersebut terlihat bercahaya, sehingga membuat Mbah Tambah terpikat. Beliau kemudian berbicara dengan Mbah Sontho Wudho bahwa beliau suka dengan putrinya. Namun beliau juga mempunyai permintaan, jika esok hari ia terserang penyakit dan meninggal terlebih dahulu, ia meminta tolong untuk dikuburkan di sebelah Timur sawah (pinggir sawah). Belum sampai beberapa bulan, Mbah Tambak meninggal. Dan dikubur di Timur sawah, kemudian oleh anak cucunya diberi batas. Sedangkan Mbah Sontho Wudho meninggal kemudian tetapi tidak ada yang merawat, hanya diletakkan saja.

Di tepi sawah, Dusun Ngagik itulah dapat ditemukan makam Mbah Tambak. Untuk menuju makam Mbah Tambak harus melalui jalan setapak yang tidak bisa dilewati kendaraan, dan tentunya harus melewati sawah.  Makam Mbah Tambak Berdiri sendiri, dan sakral. Diatasnya banyak terdapat mori atau kain-kain yang sudah tua umurnya. Konon katanya, banyak yang datang ke makam Mbah Tambak, terutama dari Ponorogo. Dulunya banyak yang datang untuk menyekar sekaligus meminta rezeki. Jika permintaannya sudah terkabul, mereka datang kembali membawa kain mori dan digantungkan diatas makam.

Komentar atas MBAH TAMBAK

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Bumi Petik-Petik

tampilkan dalam peta lebih besar